BUPATI MURATARA

WAKIL BUPATI MURATARA

Polling

Bagaimana Tampilan Website ini ?

Bagus Sekali
Lumayan Bagus
Sederhana
Tidak Menarik

  Hit Today : 74
  Total Hit : 2656825
  Visitor Online : 1
  Total Visitor : 527327
  IP Anda : 44.192.38.49

.:: PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA :.

Jl. Lintas Sumatera Kab. Musi Rawas Utara Sumatera Selatan



Home INFRASTRUKTUR Devi minta warga berhenti mencaci, perbaiki jalan bertahap tak bisa langsung tuntas

Devi minta warga berhenti mencaci, perbaiki jalan bertahap tak bisa langsung tuntas

Diposting Tanggal: 06 Feb 2022 | Dilihat : 300 Orang | INFRASTRUKTUR

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Devi Suhartoni mengakui akses jalan di daerahnya kini masih banyak yang rusak. Hal itu diperparah oleh musim hujan yang melanda Muratara akhir-akhir ini. Menurut Devi, akses yang rusak tersebut mulai dari jalan poros utama antar kecamatan hingga jalan masuk pedesaan. "Memang jalan-jalan utama kita masih banyak tanah. Mau masuk ke dalam desa juga masalah, rusak parah saat musim hujan seperti ini. Kita kasih batu tetapi bertahan seminggu, kemudian lumpur lagi," kata Devi Suhartoni, Minggu (6/2/2022). 

Dia mengungkapkan wilayah yang kini masih memprihatinkan seperti Kecamatan Rawas Ilir, Karang Dapo, Nibung, Ulu Rawas dan kecamatan lainnya. Devi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasakan kesusahan melewati jalan rusak parah. "Saya dengan segala hormat bagi yang mengalaminya saat ini sabar, karena sistem keuangan negara tidak bisa masalah hari ini, hari ini diselesaikan. Saya sendiri mau semuanya selesai namun butuh waktu dan proses dalam perencanaan dan penganggarannya," kata Devi. Dia menegaskan beberapa titik jalan yang masih rusak parah dan kini dikeluhkan masyarakat akan dibangun tahun ini. 

Devi meminta warga berhenti mencaci karena pemerintah sudah serius ingin membuat jalan yang rusak menjadi bagus dan nyaman dilewati, tetapi secara bertahap."Dengan segala hormat berhenti mencaci dan memaki karena itu tidak ada gunanya hanya menambah negatif daerah kita," pintanya. Devi juga mengakui akses menuju kampung halamannya yakni Desa Belani Kecamatan Rawas Ilir kini masih susah karena kondisi jalan rusak. Namun ditegaskannya, yang dipikirkannya bukan hanya desa asalnya saja, melainkan seluruh desa dan kelurahan yang ada di Muratara. 

"Saya sendiri mau ke desa saya susah jalan rusak. Saya orang Rawas Ilir tetapi saya punya Muratara. Sejengkal pun tanah dan masyarakat susah lewat di dalam Muratara ini adalah kesedihan saya," tuturnya.Dia menerangkan pemerintah daerah bersama DPRD terus bekerja keras bagaimana menyelesaikan jalan-jalan yang bermasalah ketika musim hujan. Devi berharap masyarakat tidak menilai benar salah antar pemerintah daerah dan DPRD, karena semuanya sama-sama serius ingin membangun Muratara.

"Kami putera daerah namun semua ada batasan. Kita membangun dimana yang benar-benar dibutuhkan banyak orang, yang susah mau kemana-mana, harga barang mahal, bawa orang sakit bisa meninggal di jalan karena susah keluar, itu dulu," tegasnya. Devi mengingatkan keinginan besar masyarakat untuk pemekaran Kabupaten Muratara tak lain ingin daerah ini berubah menjadi lebih baik dari segala bidang."Kenapa kita ingin menjadi kabupaten sendiri, karena itulah kita ingin Muratara berubah, jalan bagus, sekolah bagus, kesehatan bagus, ekonomi tumbuh, dan siapapun memegang tampuk jabatan tidak memperkaya diri agar pembangunan benar dan tepat sasaran serta berkualitas," ujarnya.

Dia menerangkan saat ini akses jalan di wilayah Kecamatan Rawas Ilir masih banyak yang rusak parah. "Kalaupun bisa 2022 ini di Rawas Ilir kita perbaiki sistem spot-spot rusak, namun selesai titik satu, titik lain bermasalah. Mau diselesaikan semua tidak cukup anggaran. Tetapi jalur Tanjung Raja ke Simpang Galau insyaallah selesai tahun ini," katanya. Begitu juga akses jalan dari Kelurahan Karang Dapo hendak ke Desa Setia Marga (SP4) pun masih banyak titik rusak parah.

"SP4 belum akan selesai, karena ada peninggian jalan di Liam saja, karena yang lain belum bisa, anggaran tidak cukup," ujarnya.Selain itu, lanjut Devi, jalan dari Desa Tebing Tinggi Kecamatan Nibung menuju Desa Beringin Makmur II Kecamatan Rawas Ilir tahun ini akan diperbaiki titik-titik yang rusak parah terlebih dahulu.

Begitu pun jalan poros Kecamatan Ulu Rawas juga diusahakan diperbaiki tahun ini pada beberapa titik yang parah, seperti di tanjakan Pulau Kidak dan tanjakan Muara Kulam. "Perusahaan sudah saya minta bantu bangun jalan, tetapi tidak ada yang bisa. Hanya bisa bantu batu, jalan rusak kita kasih batu seminggu lumpur lagi," katanya.



Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Devi Minta Warga Berhenti Mencaci, Perbaiki Jalan Rusak Bertahap Tak Bisa Langsung Tuntas, https://sumsel.tribunnews.com/2022/02/06/devi-minta-warga-berhenti-mencaci-perbaiki-jalan-rusak-bertahap-tak-bisa-langsung-tuntas?page=3.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Yohanes Tri Nugroho





Tags : jalan-rusak